KKN UIN Walisongo melakukan penyuluhan stunting di RA Tarbiyatul Athfal kelurahan Tugu.

 

 

TIM KKN UIN WALISONGO Bersama RA Tarbiyatul Athfal Melakukan Sosialisasi dan Penyuluhan Stunting Bagi Orang Tua dan Anak
Demak-Mahasiswa KKN MIT (Mandiri Inisiatif Terprogram) IX UIN Walisongo Semarang melakukan sosialisasi dan penyuluhan stunting bagi orang tua dan anak yang bertempat di RA Tarbiyatul Athfal desa Tugu Kecamatan Sayung Kabupaten Demak pada Jum’at (14/02/20)
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, pola asuh anak yang kurang tepat, dan penyakit infeksi berulang terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia dua tahun. Efek dari stunting antara lain kognitif lemah dan psikomotorik terhambat, kesulitan menguasai sains dan kesulitan berprestasi dalam bidang olahraga, lebih mudah terkena penyakit degeneratif
Tim KKN Posko 48 bekerjasama dengan RA Tarbiyatul Athfal dalam menyelenggarakan sosialisasi dan penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang stunting. Aini, salah satu wali murid mengapresiasi kegiatan ini. ”Terimakasih kepada Tim KKN desa Tugu yang telah berbagi ilmu kepada kami para wali murid semoga dengan kegiatan ini kami bisa lebih memperhatikan tumbuh kembang anak agar menjadi anak yang pintar dan juga sehat”katanya.
Sementara itu Kepala RA Tarbiyatul Athfal, Durrotun Nafi’ah merasa senang dengan terselenggaranya kegiatan ini. ”Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan menyenangkan sekali. Semoga dengan kegiatan ini membawa manfaat bagi para orang tua khususnya wali murid RA Tarbiyatul Athfal”ujarnya.
Stunting bisa dicegah dengan pemenuhan nutrisi sejak hamil hingga anak berusia dua tahun atau 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Zat gizi yang diberikan adalah makanan yang mengandung tinggi protein dan lemak. Sedangkan untuk penanganan stunting bisa dilakukan dengan menerapkan 10 pesan gizi seimbang.

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan